Surealisme Jacek Yerka

Berbicara tentang Surealisme dalam sebuah karya seni lukis, pasti lebih tepat diasosiasikan dalam sebuah penerjemahan visual sebuah mimpi atau khayali sang seniman. Jauh dari itu, dalam konteks pembelajaran tentang seni rupa, genre surealisme adalah sebuah cikal bakal turun temurun yang telah berumur panjang, bagaimana fantasi sebuah dunia yang ideal dimata seseorang dapat diterjemahkan, baik tentang elemen-elemen asburditas, pembengkokan visual, dan efek kejutan yang menghadirkan berbagai macam aspek dalam visual.

Bagaimana dahulu seorang Salvador Dali, telah berkutat dalam dunia yang 'ideal' menurut dia, bagaimana Rene Magritte bercerita tentang paradoks makna, ilusi psikologis yang hendak disampaikan sehingga menimbulkan polemik tanpa sekedar menelan bulat-bulat visual yang disampaikan. Bagaimana lekatnya dunia realis dalam paparan imaji yang saling dibengkokkan sehingga menimbulkan sensasi dahsyat tentang cerita-cerita dalam visual dunia fantasi. Masih ada Max Ernst, Joan Miro, Escher dan sebagainya.

Kali ini yang ditulis disini; Jacek Yerka. Generasi Surealis era sekarang, kelahiran 1952 di Polandia. Pampangan karaynya disini menjadi terasa penting ketika dia mulai menambahkan idiom khayali, cerita kisah dan angan-angan masa kecil yang ternyata sangat berpengaruh terhadap visual lukisannya. Bagi saya, mungkin seniman-seniman negara dunia ketiga, bahkan di Indonesia lebih banyak lagi dengan membawa pengaruh fantasi dan mimpi 'mistis'nya kedalam kanvasnya, namun secara harafiah dari apa yang saya lihat, karya Yacek Jerka malah memberi cerita fantasi, seperti ilustrasi dari sebuah cerita dunia yang bersambung dalam setiap lukisannya. Saya tidak tahu, tetapi bagi saya, Jacek Yerka cocok sekali membuat buku cerita visual fantasi . Saya jadi teringat karya-karya Frank Frazetta, yang hampir semuanya berkisar tentang pejuang pria dan wanita kekar di jaman medieval yang selalu bertarung dengan monster-monster, mungkin jauh juga dalam frame garda seni, tetapi secara garis besar kemiripan itu selalu tersirat.

Poin penting dari sebuah detail visual, garis, bentuk benda, terlihat dalam karya-karyanya yang semuanya menggunakan medium akrilik, oil on canvas, pastel dan giclee (zhee-clay) - sebuah cetak digital ke atas kanvas, ataupun kertas. Sekali lagi Jacek Yerka memang menterjemahkan fantasi dengan sangat mengagumkan. Tema visual yang selalu hampir seragam adalah bagaimana menterjemahkan bentuk organis (monster, kerang, hewan reptil) kedalam bentuk mekanis dan masif (mesin, rumah dan alat teknis).

Mungkin jauh secara ide dan persoalan yang hendak disampaikan Yerka, dibandingkan para penggagas seni visual dunia mimpi ini, tetapi dalam konteks sekarang persoalan visual lewat manual tetap memberikan greget tersendiri, upaya tersendiri yang memberikan penghargaan terhadap potensi berpikir (khayal) manusia.

Lihat Karyanya :


"An Uninhabited Island"


"The City is Landing"


"The Landscape Cutter"


"The Riders of Chaos"


"The Stone and the Brick"


"The Sargass Sea Bishop"

0 komentar:

Poskan Komentar